Selamat berjumpa kembali dengan postinganku.. πΈπΈπΈ
Kali ini aku akan bercerita seputar mudik lebaran. Yaps, perjalanan mudik Bogor-Cirebon pada H-1 lebaran dibonceng di Motor, merupakan kali ke 3. Tapi, yang berbeda, lebaran tahun ini hanya aku dan ayah yang berlebaran di Cirebon. Sedangkan ibu dan 2 adik di Bogor.
Untuk orang sepertiku, yang dimana diriku ini seorang wanita dengan berat badan hanya 40kg, mampu bertahan dibonceng dalam kecepatan 96km/jam. Sepanjang perjalanan aku hanya mampu berdoa, dan berharap agar cepat sampai dengan selamat, karena jujur ngeri banget dibonceng dengan kecepatan segitu. Dan akhirnya yang berangkat pukul 07.00 sampai disana pukul 14.00, cepat memang, karena tidak ada istirahat. Haha
Next, hari raya tiba.. Dilakukan dengan tradisi sungkem keliling ke rumah-rumah tetangga disana. Siangnya, karena merasa masih lelah bekas kemarin jadi memilih untuk tidur. Dan lebih melakukan aktivitas-aktivitas biasa dirumah.
H+2 ayah mengajakku untuk jalan ke pantai. Nama pantainnya Karang Song, letaknya di Indramayu. Di Pantai ini juga, terdapat konservasi Mangrove. Dengan haya tiket 15ribu, tapi dapat dikatakan sangat puas. Pulangnya, dilanjutkan dengan makan kepiting, karena aku meminta dan akhirnya ayah menuruti. π Harga yang cukup fantastis, yang baru aku rasakan ketika makan hanya berdua. Hahaha
Keesokan harinya, aku jalan-jalan juga di pantai. Intinya, karena disana daerahnya dekat dengan pantai, jadi jangan aneh kalau jalan-jalanku ke pantai terus. π
Sekian cerita mudik lebaranku. Semoga ditahun-tahun selanjutnya tetap dapat bersilaturahmi dengan keluarga di Cirebon.
Akhir kata, sampai jumpa. Wassalamualaikum wr,wb. π
Kali ini aku akan bercerita seputar mudik lebaran. Yaps, perjalanan mudik Bogor-Cirebon pada H-1 lebaran dibonceng di Motor, merupakan kali ke 3. Tapi, yang berbeda, lebaran tahun ini hanya aku dan ayah yang berlebaran di Cirebon. Sedangkan ibu dan 2 adik di Bogor.
Untuk orang sepertiku, yang dimana diriku ini seorang wanita dengan berat badan hanya 40kg, mampu bertahan dibonceng dalam kecepatan 96km/jam. Sepanjang perjalanan aku hanya mampu berdoa, dan berharap agar cepat sampai dengan selamat, karena jujur ngeri banget dibonceng dengan kecepatan segitu. Dan akhirnya yang berangkat pukul 07.00 sampai disana pukul 14.00, cepat memang, karena tidak ada istirahat. Haha
Next, hari raya tiba.. Dilakukan dengan tradisi sungkem keliling ke rumah-rumah tetangga disana. Siangnya, karena merasa masih lelah bekas kemarin jadi memilih untuk tidur. Dan lebih melakukan aktivitas-aktivitas biasa dirumah.
H+2 ayah mengajakku untuk jalan ke pantai. Nama pantainnya Karang Song, letaknya di Indramayu. Di Pantai ini juga, terdapat konservasi Mangrove. Dengan haya tiket 15ribu, tapi dapat dikatakan sangat puas. Pulangnya, dilanjutkan dengan makan kepiting, karena aku meminta dan akhirnya ayah menuruti. π Harga yang cukup fantastis, yang baru aku rasakan ketika makan hanya berdua. Hahaha
Keesokan harinya, aku jalan-jalan juga di pantai. Intinya, karena disana daerahnya dekat dengan pantai, jadi jangan aneh kalau jalan-jalanku ke pantai terus. π
Sekian cerita mudik lebaranku. Semoga ditahun-tahun selanjutnya tetap dapat bersilaturahmi dengan keluarga di Cirebon.
Akhir kata, sampai jumpa. Wassalamualaikum wr,wb. π




Komentar
Posting Komentar