Belanja kini semakin mudah sejak adanya "Online Shopping". Kalo dulu harus ribet datangin toko satu persatu untuk nyari barang tertentu, sekarang nggak lagi. Cukup datengin toko online via web atau yang booming sekarang via Instagram aja. Karena kultur baru ini, ada juga celetukan baru yang tercipta. Kayak gini nih:
Cek IG kita ya sist | FIX order ya sist | No Hit n Run | No Cancel | Harga belom termasuk ongkir sist | Maksimal transfer 24 jam yaa | .etc.
But, shortest horror story ever is : "SOLD OUT".
Nah bagi kalian yang sering belanja online pasti nggak asing lagi sama celetukan-celetukan tadi. And kali ini, saya akan bercerita sedikit rada banyak soal pengalaman saya Belanja Online.
Pertama kali mengenal "Online Shop" lalu mencoba berbelanja online adalah saat mencoba menjadi reseller beberapa online shop yang menjual pakaian. Dari beberapa online shop tersebut memiliki perbedaan tipis soal servicenya. Pertama kali mencoba memesan barang dari Toko A yang saat itu berdomisili Bandung, mengapa pilih Bandung? Karena untuk urusan pakaian Bandung memang mendominasi pasar. Saat itu proses pengiriman sama dengan yang biasanya. Tidak menunggu berhari-hari paket sampai, diantarkan oleh kurir. Wah? Pengirimannya cepat sekali, trusted nih. Belanja lagi, belanja lagi, sampai lupa dibelanja yang ke berapa, ini sedikit berbeda. Kenapa? Saat memesan lagi, si Olshop ini mulai slow respond bahkan saat baju yang dipesan sampai, itu kurang sesuai. Hingga beralih ke Toko B domisili Tanggerang atau Jakarta, saya lupa. Tapi, servicenya pun tak jauh beda.
Setelah itu saya kapok menjadi reseller. Tapi, tidak kapok untuk nyoba belanja onlinenya, apalagi untuk kebutuhan pribadi. Berikutnya saya pernah mencoba memesan jam tangan. Namun hingga 2 minggu lamanya tak juga kunjung datang, ditambah lagi tidak tahu barang yang dipesan dikirim dari mana (bisa begitu yaa.haha), saat minta nomor resi tidak pernah dikasih, penjualnya pun sulit untuk dihubungi. Hampir terpikir kalau saya sudah kena tipu, tapi tiba-tiba barang yang dipesan sampai juga dengan selamat. Yeaay...
Dari situ rada kapok sih, tapi akhirnya mencoba "kembali", kali ini memesan tas. Saat itu si Penjual bilang pengiriman barang dari Bekasi dengan estimasi pengiriman 2-3 hari. Setelah memilih tas yang cocok, akhirnya saya melakukan pembayaran. H+2 pembayaran, saya meminta nomor resi, karena katanya sudah ada setelah H+1 pembayaran. Namun saat ditanya ternyata admin bilang, kalau barang terkena reject dijalan, akibat kurir kecelakaan. Sempat kesal karena si Penjual tidak bilang, dan pasti tidak akan bilang jika tidak ditanya. Okee saya memaklumi, karena konsumen saat itu banyak jadi lupa sama saya dia.
Setelah itu, admin pun kembali menawarkan saya untuk memilih tas yang mana. Dan saya tetap memilih yang pertama. Eh ternyataaaaa, tas yang diinginkan sudah tidak ada stok lagi, akhirnya hingga dia pun menawarkan tas dengan pilihan lain. Setelah memilih lagi, dengan kata-kata yang sama, si Penjual bilang akan memberi nomor resi H+1. Keesokan harinya terjadi lagi, saat dipinta pun itu nomor resi masih saja susah untuk dipinta. Namun pada malam harinya dikasih, setelah itu langsung dicek ternyata masih dipusat Bekasi. Terhitung 1 minggu setelah itu barang pun baru sampai.
Sangat kecewa. Setelah itu, sampai mikir nggak akan lagi-lagi belaja online, kapok.
Tapi.. ya mungkin karena perempuan hehehe pada akhirnya saya mencoba untuk memesan "kembali" dengan produk berbeda, yaitu kosmetik. Eh, cepeeeet bangeeet, dan barangnya bagus banget. Yaudah dari situ mulai hilang kecewanya, jadi berani mengorder lagi dan lagi, sampai saat ini.
Bergeser sedikit, Lain lagi pengalaman yang dialami oleh kakak saya, walaupun bukan termasuk kategori berbelanja online, namun ceritanya cukup menarik soal pengiriman barang. Singkat kata kakak saya tertarik untuk meneruskan sekolah perfilman dan animasi ke luar negeri. Pilihan jatuh pada Amerika dan Jepang, hingga pada akhirnya tertarik pada suatu Institut seni dan perfilman di Tokyo, dan tertarik untuk mengetahui lebih jauh melalui situs resmi kampus tersebut. Pada akhir laman tersebut tertera, bila tertarik ingin mengetahui lebih lanjut akan dikirimkan brosur dan segala berkas dan formulir yang diperlukan untuk mendaftar ke kampus tersebut, secara gratis. Kontan saja kakak saya mendaftarkan dirinya dengan mengisi alamat email dan alamat domisilinya yang sekarang, karena kakak saya pikir paket brosur kampus tersebut akan dikirim melalui email secara langsung saat itu juga. Namun paket berkas itu pun tak kunjung masuk ke inbox email miliknya. Tapi kakak saya masih berpikir mungkin dia salah mengikuti petunjuk atau form pengisian yang tadi. Lalu ia pun sudah mencari-cari info kampus lain dan melupakan kampus tadi.
Ternyata selang tiga hari setelah itu, seorang kurir mendatangi Kostnya dengan membawakan sebuah paket. Tak disangka paket tersebut berisi segala informasi, panduan dan formulir pendaftaran yang dikirimkan oleh kampus seni dan perfilman dari Tokyo kemarin! Ternyata paket brosur kampus tersebut memang tidak dikirimkan melalui email namun langsung dikirimkan ke alamat rumah kost kakak saya, secara cuma-cuma dalam waktu tiga hari! Keren ya? Sangat jauh dari pelayanan nan lambat pengiriman barang di Indonesia. Tak heran Jepang terkenal sebagai negara maju di Asia karena ketepatan waktunya. Waktu lebih berharga daripada uang, bagi mereka.
Pada akhirnya, yang pasti sudah jauh beda saat awal pertama kali belanja online, dengan segala kepolosan dan yang sekarang dengan segala kebawelan seperti emak-emak. Hehe. Yang pasti, Kalau sekarang lebih berhati-hati memilih online shop, harus yang benar-benar trusted, langsung membeli melalui distributor resmi atau platform online shop yang terpercaya, yang punya testimoni banyak, dan yang penting harus lebih bawel meminta nomor resi, biar kita bisa memantau sendiri pergerakan paket kita sudah sampai mana. Hahahaha
"Thanks sist semoga suka, ditunggu next ordernya." hihii.
Done. See you next post! 🙌
Cek IG kita ya sist | FIX order ya sist | No Hit n Run | No Cancel | Harga belom termasuk ongkir sist | Maksimal transfer 24 jam yaa | .etc.
But, shortest horror story ever is : "SOLD OUT".
Nah bagi kalian yang sering belanja online pasti nggak asing lagi sama celetukan-celetukan tadi. And kali ini, saya akan bercerita sedikit rada banyak soal pengalaman saya Belanja Online.
Pertama kali mengenal "Online Shop" lalu mencoba berbelanja online adalah saat mencoba menjadi reseller beberapa online shop yang menjual pakaian. Dari beberapa online shop tersebut memiliki perbedaan tipis soal servicenya. Pertama kali mencoba memesan barang dari Toko A yang saat itu berdomisili Bandung, mengapa pilih Bandung? Karena untuk urusan pakaian Bandung memang mendominasi pasar. Saat itu proses pengiriman sama dengan yang biasanya. Tidak menunggu berhari-hari paket sampai, diantarkan oleh kurir. Wah? Pengirimannya cepat sekali, trusted nih. Belanja lagi, belanja lagi, sampai lupa dibelanja yang ke berapa, ini sedikit berbeda. Kenapa? Saat memesan lagi, si Olshop ini mulai slow respond bahkan saat baju yang dipesan sampai, itu kurang sesuai. Hingga beralih ke Toko B domisili Tanggerang atau Jakarta, saya lupa. Tapi, servicenya pun tak jauh beda.
Setelah itu saya kapok menjadi reseller. Tapi, tidak kapok untuk nyoba belanja onlinenya, apalagi untuk kebutuhan pribadi. Berikutnya saya pernah mencoba memesan jam tangan. Namun hingga 2 minggu lamanya tak juga kunjung datang, ditambah lagi tidak tahu barang yang dipesan dikirim dari mana (bisa begitu yaa.haha), saat minta nomor resi tidak pernah dikasih, penjualnya pun sulit untuk dihubungi. Hampir terpikir kalau saya sudah kena tipu, tapi tiba-tiba barang yang dipesan sampai juga dengan selamat. Yeaay...
Dari situ rada kapok sih, tapi akhirnya mencoba "kembali", kali ini memesan tas. Saat itu si Penjual bilang pengiriman barang dari Bekasi dengan estimasi pengiriman 2-3 hari. Setelah memilih tas yang cocok, akhirnya saya melakukan pembayaran. H+2 pembayaran, saya meminta nomor resi, karena katanya sudah ada setelah H+1 pembayaran. Namun saat ditanya ternyata admin bilang, kalau barang terkena reject dijalan, akibat kurir kecelakaan. Sempat kesal karena si Penjual tidak bilang, dan pasti tidak akan bilang jika tidak ditanya. Okee saya memaklumi, karena konsumen saat itu banyak jadi lupa sama saya dia.
Setelah itu, admin pun kembali menawarkan saya untuk memilih tas yang mana. Dan saya tetap memilih yang pertama. Eh ternyataaaaa, tas yang diinginkan sudah tidak ada stok lagi, akhirnya hingga dia pun menawarkan tas dengan pilihan lain. Setelah memilih lagi, dengan kata-kata yang sama, si Penjual bilang akan memberi nomor resi H+1. Keesokan harinya terjadi lagi, saat dipinta pun itu nomor resi masih saja susah untuk dipinta. Namun pada malam harinya dikasih, setelah itu langsung dicek ternyata masih dipusat Bekasi. Terhitung 1 minggu setelah itu barang pun baru sampai.
Sangat kecewa. Setelah itu, sampai mikir nggak akan lagi-lagi belaja online, kapok.
Tapi.. ya mungkin karena perempuan hehehe pada akhirnya saya mencoba untuk memesan "kembali" dengan produk berbeda, yaitu kosmetik. Eh, cepeeeet bangeeet, dan barangnya bagus banget. Yaudah dari situ mulai hilang kecewanya, jadi berani mengorder lagi dan lagi, sampai saat ini.
Bergeser sedikit, Lain lagi pengalaman yang dialami oleh kakak saya, walaupun bukan termasuk kategori berbelanja online, namun ceritanya cukup menarik soal pengiriman barang. Singkat kata kakak saya tertarik untuk meneruskan sekolah perfilman dan animasi ke luar negeri. Pilihan jatuh pada Amerika dan Jepang, hingga pada akhirnya tertarik pada suatu Institut seni dan perfilman di Tokyo, dan tertarik untuk mengetahui lebih jauh melalui situs resmi kampus tersebut. Pada akhir laman tersebut tertera, bila tertarik ingin mengetahui lebih lanjut akan dikirimkan brosur dan segala berkas dan formulir yang diperlukan untuk mendaftar ke kampus tersebut, secara gratis. Kontan saja kakak saya mendaftarkan dirinya dengan mengisi alamat email dan alamat domisilinya yang sekarang, karena kakak saya pikir paket brosur kampus tersebut akan dikirim melalui email secara langsung saat itu juga. Namun paket berkas itu pun tak kunjung masuk ke inbox email miliknya. Tapi kakak saya masih berpikir mungkin dia salah mengikuti petunjuk atau form pengisian yang tadi. Lalu ia pun sudah mencari-cari info kampus lain dan melupakan kampus tadi.
Ternyata selang tiga hari setelah itu, seorang kurir mendatangi Kostnya dengan membawakan sebuah paket. Tak disangka paket tersebut berisi segala informasi, panduan dan formulir pendaftaran yang dikirimkan oleh kampus seni dan perfilman dari Tokyo kemarin! Ternyata paket brosur kampus tersebut memang tidak dikirimkan melalui email namun langsung dikirimkan ke alamat rumah kost kakak saya, secara cuma-cuma dalam waktu tiga hari! Keren ya? Sangat jauh dari pelayanan nan lambat pengiriman barang di Indonesia. Tak heran Jepang terkenal sebagai negara maju di Asia karena ketepatan waktunya. Waktu lebih berharga daripada uang, bagi mereka.
Pada akhirnya, yang pasti sudah jauh beda saat awal pertama kali belanja online, dengan segala kepolosan dan yang sekarang dengan segala kebawelan seperti emak-emak. Hehe. Yang pasti, Kalau sekarang lebih berhati-hati memilih online shop, harus yang benar-benar trusted, langsung membeli melalui distributor resmi atau platform online shop yang terpercaya, yang punya testimoni banyak, dan yang penting harus lebih bawel meminta nomor resi, biar kita bisa memantau sendiri pergerakan paket kita sudah sampai mana. Hahahaha
"Thanks sist semoga suka, ditunggu next ordernya." hihii.
Done. See you next post! 🙌

Hahaha yg terpercaya dong kalau mau beli onĺine shop biasanya kyk website2 terkenal,mada jaminannya dan kualitas barang yaaa pasti kadang rendah menurut gw,lebih bagus offline shop sih pengalaman gw juga hahaha,cek juga blog gw hahaha alasukses.blogspot.com
BalasHapus